Abstract
To read and download this dissertation, please access it via the following link.: Disertation Petrus
Junjung Ilmu Jaga Martabat
Somewhere on Earth.
Somewhere on the Earth.
Somewhere on Earth.
Kupang, NTT.
Kab Belu NTT
To read and download this dissertation, please access it via the following link.: Disertation Petrus
Biasanya Tumbuh Di area Lembab
1. Tujuan
utama penilaian kesejahteraan hewan dalam pengangkutan adalah…
A. Mengurangi
biaya transportasi
B. Menjamin hewan tiba dalam kondisi sehat dan tidak stres
C. Mempercepat waktu perjalanan
D. Meningkatkan jumlah hewan yang diangkut
Jawaban: B
2. Salah satu
prinsip dasar dalam penilaian kesrawan selama transportasi adalah…
A. Efisiensi
pakan
B. Lima Kebebasan
C. Tingkat produksi
D. Kapasitas kendaraan
Jawaban: B
3. Parameter
"Input" dalam penilaian kesrawan meliputi…
A. Respon stres
hewan
B. Cara penangkapan
C. Kualitas kendaraan
D. Mortalitas
Jawaban: C
4. Dokumen
wajib sebelum pengangkutan hewan adalah…
A. Surat izin
usaha
B. SKKH / Veterinary Certificate
C. Surat jalan kendaraan
D. Sertifikat pelatihan handler
Jawaban: B
5. Aspek
Output dalam penilaian kesrawan menilai…
A. Kompetensi
petugas
B. Kepadatan kandang
C. Kondisi fisiologis hewan
D. Kualitas kendaraan
Jawaban: C
6. Skin tent
test digunakan untuk mengukur…
A. Luka dan memar
B. Tingkat dehidrasi
C. Kelincahan hewan
D. Volume pakan
Jawaban: B
7. Masalah
paling umum pada pengangkutan hewan unggas adalah…
A. Heat stress
dan DOA
B. Pertarungan antar hewan
C. Kesulitan loading
D. Kekurangan pakan
Jawaban: A
8. Durasi
maksimal perjalanan hewan tanpa istirahat menurut standar adalah…
A. 4 jam
B. 6 jam
C. 8 jam
D. 12 jam
Jawaban: C
9. Overcrowding pada transportasi menyebabkan…
A. Hewan lebih tenang
B. Ruang gerak optimal
C. Risiko memar dan kematian meningkat
D. Ventilasi lebih stabil
Jawaban: C
10. Regulasi
nasional yang mengatur pengangkutan hewan adalah…
A. Permentan 114/2014
B. PP 95/2012
C. Permentan 97/2013
D. UU No. 41/2014
Jawaban: C
11.
Kesejahteraan hewan didefinisikan sebagai…
A. Kemampuan
hewan menghasilkan daging
B. Keadaan fisik & mental hewan sesuai perilaku alaminya
C. Kemampuan hewan mengikuti perintah
D. Tingkat produksi optimal
Jawaban: B
12. Prinsip Welfare Quality® menekankan pada…
A. Produktivitas
B. Penilaian berbasis input saja
C. Penilaian komprehensif input–proses–output
D. Penilaian genetika hewan
Jawaban: C
13. Tantangan utama kesejahteraan hewan percobaan adalah…
A. Kekurangan
pakan
B. Kurangnya enrichment
C. Pencemaran lingkungan
D. Penyakit pernapasan
Jawaban: B
14. Prosedur
menyakitkan tanpa analgesia termasuk dalam isu kesejahteraan…
A. Pengabaian
B. Penyiksaan
C. Praktik mutilasi
D. Overcrowding
Jawaban: C
15. Indikator
output berupa perilaku yang menunjukkan stres adalah…
A. Nafsu makan
meningkat
B. Stereotipik (gerakan berulang)
C. Perkembangan pesat
D. Bobot stabil
Jawaban: B
16. Dampak
fisiologis pelanggaran kesrawan adalah…
A. Penurunan
hormon stres
B. Bulu mengkilap
C. Peningkatan kortisol
D. Nafsu makan meningkat
Jawaban: C
17. Hewan
rekreasi memiliki isu utama berupa…
A. Kekurangan
pakan
B. Pelatihan keras dan stres
C. Penyuntikan berlebih
D. Overcrowding
Jawaban: B
18. Regulasi
nasional utama tentang kesejahteraan hewan adalah…
A. UU 18/2009 jo.
41/2014
B. Perda Kabupaten
C. Standar internasional FDA
D. SNI Bangunan
Jawaban: A
19. Mortalitas
& morbiditas tinggi termasuk indikator…
A. Input
B. Proses
C. Output
D. Lingkungan
Jawaban: C
20.
Penelantaran hewan termasuk bentuk pelanggaran kesrawan karena…
A. Mengurangi
estetika kandang
B. Menurunkan kebutuhan pakan
C. Mengakibatkan penderitaan berkelanjutan
D. Tidak memengaruhi kesehatan
Jawaban: C
21. Menurut UU
18/2009, kesejahteraan hewan adalah…
A. Kondisi hewan
yang mampu bekerja optimal
B. Kondisi fisik dan mental sesuai sifat alaminya
C. Hewan yang tidak agresif
D. Hewan yang menghasilkan produk tinggi
Jawaban: B
22. Ilmu yang
mempelajari dampak perlakuan terhadap hewan adalah…
A. Biosecurity science
B. Welfare science
C. Production science
D. Genetics science
Jawaban: B
23. Indikator
kesejahteraan yang bersifat fisiologis adalah…
A. Aktivitas
bermain
B. Frekuensi makan
C. Kadar hormon stres
D. Perilaku sosial
Jawaban: C
24. Komponen
Five Freedoms yang menekankan aspek fisiologis adalah…
A. Bebas
berperilaku alami
B. Bebas takut
C. Bebas sakit & cedera
D. Bebas ketidaknyamanan
Jawaban: C
25. Contoh
perlakuan wajar adalah…
A. Menunda
pengobatan hewan sakit
B. Memberi pakan secara tidak teratur
C. Memberikan pakan bergizi dan air bersih
D. Mengikat hewan untuk waktu lama
Jawaban: C
26. Prinsip 3R
diterapkan pada…
A. Hewan potong
B. Hewan rekreasi
C. Hewan penelitian
D. Hewan pekerja
Jawaban: C
27. Kesrawan
hewan diukur melalui…
A. Tingkat
produksi saja
B. Pengamatan fisik, perilaku, & fisiologi
C. Kekuatan hewan
D. Warna bulu
Jawaban: B
28. Kepadatan
kandang berlebihan dapat menyebabkan…
A. Hewan lebih
aktif
B. Penyakit mudah menyebar
C. Nafsu makan meningkat
D. Stres menurun
Jawaban: B
29. Risiko
zoonosis meningkat ketika…
A. Hewan diberi
vitamin
B. Lingkungan higienis
C. Hewan stres dan kandang kotor
D. Kandang luas
Jawaban: C
30. Studi
kasus Baturraden menunjukkan penerapan Five Freedoms meningkatkan…
A. Angka kematian
B. Stres
C. Produktivitas hewan
D. Biaya pakan
Jawaban: C
31. Dampak
utama kesejahteraan buruk pada ternak potong adalah…
A. Harga pasar
meningkat
B. Kualitas daging menurun
C. Waktu potong lebih cepat
D. Nafsu makan meningkat
Jawaban: B
32. Five Freedoms pada ternak potong termasuk kecuali…
A. Bebas lapar
& haus
B. Bebas berkembang biak
C. Bebas takut & stres
D. Bebas sakit & cedera
Jawaban: B
33. Sistem
intensif memiliki risiko utama…
A. Kekurangan
pakan
B. Penyakit menular meningkat
C. Lahan terlalu luas
D. Interaksi sosial terlalu banyak
Jawaban: B
34. Heat
stress dapat menurunkan produktivitas hingga…
A. 10%
B. 20%
C. 50%
D. 80%
Jawaban: C
35. Luas
minimal ternak potong dewasa adalah…
A. 5 m²
B. 10 m²
C. 13 m²
D. 20 m²
Jawaban: C
36. Air minum ternak potong harus tersedia secara…
A. Terbatas
B. Ad libitum
C. 2 kali sehari
D. Hanya saat panas
Jawaban: B
37. Praktik
mutilasi yang harus menggunakan analgesia adalah…
A. Memberi pakan
B. Dehorning
C. Membersihkan kandang
D. Menimbang ternak
Jawaban: B
38. Early
weaning berdampak pada…
A. Nafsu makan
meningkat
B. Perilaku normal berkembang
C. Stres dan gangguan kesehatan
D. Resistensi penyakit
Jawaban: C
39. Indeks ANI
7,35 menunjukkan kondisi…
A. Sangat baik
B. Baik
C. Cukup
D. Tidak baik
Jawaban: D
40. Penyebab
rendahnya kesejahteraan di Tompaso adalah…
A. Pakan berlebih
B. Pengetahuan peternak kurang
C. Padang rumput luas
D. Populasi ternak rendah
Jawaban: B
41. Program
edukasi peternak diperlukan untuk…
A. Meningkatkan
harga sapi
B. Memahami lima kebebasan
C. Memperpendek waktu penggemukan
D. Meningkatkan bobot lahir
Jawaban: B
42. Ventilasi
silang diperlukan untuk mengurangi…
A. Luka trauma
B. Gangguan kulit
C. Panas berlebih
D. Kebosanan hewan
Jawaban: C
43. Pencemaran
pestisida pada penggembalaan sawit menyebabkan…
A. Nafsu makan
meningkat
B. Keracunan
C. Kandungan protein naik
D. Bobot badan stabil
Jawaban: B
44. Penggunaan
nipple drinker tidak dianjurkan karena…
A. Terlalu murah
B. Kurang higienis
C. Kurang efektif
D. Menghabiskan pakan
Jawaban: C
45. Penanganan
kasar berdampak pada…
A. Hewan lebih
jinak
B. Stres akut
C. Nafsu makan meningkat
D. Pertumbuhan cepat
Jawaban: B
46. Tujuan
utama standar kandang adalah…
A. Menghemat
ruang
B. Kenyamanan dan kesehatan hewan
C. Menambah jumlah ternak
D. Mengurangi biaya pakan
Jawaban: B
47. Sinergi
peternak–pemerintah diperlukan untuk…
A. Menaikkan
pajak
B. Mencapai perubahan nyata dalam kesrawan
C. Meningkatkan ekspor pupuk
D. Menambah kapasitas kandang
Jawaban: B
48.
Kesejahteraan yang optimal meningkatkan…
A. DOA
B. Mortalitas
C. Kualitas daging
D. Risiko penyakit
Jawaban: C
49.
Pengurangan stres pada ternak potong dilakukan melalui…
A. Penanganan
lembut
B. Pemberian hormon
C. Mengurangi frekuensi makan
D. Isolasi sosial
Jawaban: A
50. Kesimpulan
utama dari seluruh materi adalah…
A. Kesrawan
pilihan opsional saja
B. Implementasi lima kebebasan meningkatkan produktivitas, etika, dan
keberlanjutan
C. Kesrawan hanya penting pada hewan kesayangan
D. Produktivitas tidak dipengaruhi kesrawan
Jawaban: B
Caranya
Rebus 5 lembar daun salam dan 1 jempol kunyit putih dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas.minum 2 kali sehari masing2 satu gelas
Daun alpukat kaya akan antioksidan dan dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Daun ini secara tradisional telah digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit. Mereka sangat dikenal kemampuannya dalam membantu mengatur kadar gula darah, menjadikannya ideal bagi penderita diabetes. Selain itu, daun alpukat dapat memperbaiki pencernaan, meredakan nyeri haid, menenangkan batuk, dan mengurangi asam lambung. Daun ini juga efektif mengeluarkan kelebihan glukosa dari aliran darah.
Daun mangga, dari pohon Mangifera indica, kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan. Daun ini telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai budaya sebagai ramuan obat. Daun mangga sangat membantu dalam mengatur kadar gula darah, mendukung pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mereka juga terbukti dapat memperlancar sirkulasi darah dan mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
Daun sirsak berasal dari pohon guanábana dan dikenal mampu mengobati berbagai kondisi kesehatan. Daun ini memiliki sifat antiinflamasi dan dapat mengurangi pembengkakan serta iritasi kulit. Daun sirsak juga digunakan untuk melawan infeksi, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan kesehatan kulit dengan mencegah kerutan. Selain itu, mereka diyakini memiliki sifat antikanker, menjadikannya tambahan yang sangat berharga dalam pengobatan alami.
Daun jeruk merupakan pengobatan alami yang telah digunakan selama berabad-abad untuk menenangkan sistem saraf. Daun ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, serta mengatasi insomnia. Selain itu, daun jeruk dikenal baik untuk pencernaan, membantu mengatasi masalah seperti gangguan lambung, gas, dan diare. Daun ini juga dapat membantu mengelola kondisi seperti epilepsi dan jantung berdebar dengan memberikan efek relaksasi.
Kayu Manis: Kayu manis terkenal karena kemampuannya dalam mendukung kesehatan jantung, mengatur kadar gula darah, dan mengurangi peradangan. Kayu manis juga memberikan aroma yang lezat pada ramuan herbal ini.
Bahan-bahan:
4 lembar daun alpukat
3 lembar daun mangga
4 lembar daun sirsak
4 lembar daun jeruk
2 batang kayu manis
4 gelas air
Langkah-langkah:
Cuci semua daun hingga bersih untuk menghilangkan kotoran atau zat berbahaya.
Masukkan semua daun (alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk) ke dalam panci bersama dengan kayu manis.
Tambahkan 4 gelas air ke dalam panci.
Didihkan air, lalu kecilkan api dan biarkan mendidih selama 15 menit agar daun mengeluarkan khasiatnya.
Setelah mendidih, saring campuran tersebut ke dalam cangkir dan buang ampas daunnya.
Teh herbal Anda siap diminum!
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, minumlah satu cangkir teh herbal ini setiap pagi sebelum sarapan selama dua minggu berturut-turut. Ramuan alami ini dirancang untuk membersihkan tubuh Anda dan meningkatkan kesehatan dengan mengatasi kondisi seperti diabetes, perlemakan hati, sirkulasi darah buruk, dan tekanan darah tinggi—tanpa perlu obat-obatan mahal.
Kombinasi dari empat daun yang kuat—alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk—bekerja secara sinergis untuk mendetoksifikasi tubuh, mengatur kadar gula darah, memperlancar peredaran darah, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh. Setiap daun memiliki manfaat unik yang menyasar kondisi kesehatan tertentu, menjadikan ramuan ini alat alami yang ampuh untuk meraih kesehatan yang lebih baik.
Dengan memasukkan ramuan herbal sederhana dan efektif ini ke dalam rutinitas harian Anda, Anda bisa mengambil alih kendali atas kesehatan Anda tanpa bergantung pada obat-obatan mahal atau efek samping berbahaya. Campuran daun alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk, ditambah manfaat tambahan dari kayu manis, dapat membantu menghilangkan diabetes, melawan perlemakan hati, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengelola tekanan darah tinggi.
1. Kaya Akan Nutrisi
Daun kelor mengandung banyak vitamin A, C, dan E, kalsium, kalium, dan protein, menawarkan profil nutrisi yang sangat padat yang sulit ditandingi oleh makanan lain.
2. Meningkatkan Energi
Kelor bertindak sebagai penambah energi alami tanpa efek gelisah seperti yang disebabkan oleh kafein.
3. Melawan Radikal Bebas
Kandungan antioksidannya yang tinggi membantu melawan radikal bebas, yaitu molekul yang menyebabkan stres oksidatif, kerusakan sel, dan peradangan.
4. Meningkatkan Kesehatan Kulit
Elemen hidrasi dan detoksifikasi dalam kelor membantu memperbaiki kondisi kulit dan rambut, serta mencegah timbulnya jerawat.
5. Mendukung Kesehatan Otak
Konsentrasi antioksidan yang tinggi pada kelor dapat mendukung kesehatan otak dan fungsi kognitif dengan mengurangi stres oksidatif.
6. Menstabilkan Gula Darah
Kelor membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah, yang bermanfaat dalam pengelolaan diabetes.
7. Mengurangi Peradangan
Isothiocyanates dalam daun kelor diketahui memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh.
8. Menurunkan Kolesterol
Kelor secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol, sehingga membantu mencegah penyakit jantung.
9. Melindungi Sistem Kardiovaskular
Kandungan antioksidan yang tinggi membantu menjaga fungsi jantung tetap sehat.
10. Membantu Penyembuhan Luka
Berkat sifat pembekuan darahnya, kelor dapat mempercepat waktu pembekuan, yang berarti membantu luka sembuh lebih cepat dan mengurangi bekas luka.
11. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Kelor kaya akan kalsium dan serat, yang membantu sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
12. Meningkatkan Sistem Imun
Kandungan vitamin C yang tinggi serta nutrisi penting lainnya membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
13. Memiliki Sifat Antimikroba dan Antibakteri
Kelor memiliki sifat antibakteri dan antimikroba, sehingga efektif melawan infeksi dari berbagai patogen.
14. Mendukung Kesehatan Tulang
Kaya akan kalsium dan fosfor, kelor membantu memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.
15. Meningkatkan Fungsi Ginjal
Kelor dapat membantu mengurangi pembentukan batu ginjal, kandung kemih, dan rahim.
16. Membantu Menurunkan Berat Badan
Daun kelor dapat mengurangi pembentukan lemak dalam tubuh dan meningkatkan proses pemecahan lemak.
17. Menyeimbangkan Hormon
Kelor bermanfaat selama masa menopause karena mampu menyeimbangkan hormon secara alami.
18. Meningkatkan Penglihatan
Dengan kandungan vitamin A yang tinggi sebagai antioksidan, kelor dapat meningkatkan penglihatan dan kesehatan mata.
19. Mencegah Anemia
Kandungan zat besi yang tinggi dalam kelor membantu melawan anemia dan penyakit sel sabit.
20. Memiliki Potensi Mencegah Kanker
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kelor memiliki sifat yang dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker.
Kelor dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk:
Bubuk: Tambahkan ke dalam smoothie, jus, atau teh.
Daun: Gunakan segar atau kering dalam salad atau sebagai sayuran yang dimasak.
Biji: Disangrai sebagai camilan atau ditambahkan ke dalam masakan.
Minyak: Digunakan untuk memasak atau sebagai dressing.
Bahan:
2 batang seledri
1/4 nanas
1/2 mentimun kecil
1/4 lemon (kupas)
Manfaat:
Detoksifikasi tubuh
Mendukung kesehatan hati
Kaya vitamin C dan mineral alami
Bahan:
2–3 lembar daun kale
3 batang seledri
Seiris kecil jahe
1/4 nanas
2 wortel
1/4 jeruk nipis (kupas)
Manfaat:
Meningkatkan antioksidan
Membantu pencernaan
Mencerahkan kulit
Bahan:
2 batang seledri
1 apel
1/4 lemon
Segenggam peterseli
Manfaat:
Menenangkan tubuh
Mendukung pencernaan
Mengandung vitamin A, C, K, dan zat besi dari sayuran hijau
Kupang, 27 Mei 2025 — Inovasi berbasis potensi lokal kembali hadir di tengah masyarakat. Kali ini, Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri dengan tema “Diseminasi Teknologi Batang Pisang dan Ampas Tahu Fermentasi sebagai Pakan Ternak Babi”, yang dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, pada Selasa, 27 Mei 2025.
Sebagai mitra kegiatan, Kelompok Wanita Tani Mawar yang diketuai oleh Raineldis B. Hayon menyambut hangat kehadiran tim dosen dan mahasiswa. Para peserta yang didominasi oleh ibu-ibu peternak menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti seluruh rangkaian acara.
Acara dimulai dengan penyuluhan mengenai pakan ternak, kesehatan hewan, serta teknologi inseminasi buatan (IB). Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif, disertai tanya jawab yang menggugah minat peserta untuk menggali lebih dalam tentang dunia peternakan modern.
Sebagai puncaknya, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan pakan fermentasi dari batang pisang dan ampas tahu, dua bahan yang selama ini dianggap limbah oleh masyarakat. Peserta dilatih untuk mengolah bahan tersebut menjadi pakan ternak babi yang ekonomis, bergizi, dan ramah lingkungan. Proses fermentasi dijelaskan mulai dari persiapan bahan, teknik pencampuran, penambahan mikroba, hingga penyimpanan hasil fermentasi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam memberdayakan masyarakat melalui transfer teknologi tepat guna. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan skala rumah tangga dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di wilayah Maulafa dan sekitarnya.
Dengan semangat kolaboratif, dari limbah pun bisa jadi berkah, dan ilmu yang dibagikan hari ini diharapkan tumbuh menjadi praktik berkelanjutan di masa depan.