Kantor Rumah Ilmu

Somewhere on Earth.

Ruang Rapat Rumah Ilmu

Somewhere on the Earth.

Ruang Press Conference Rumah Ilmu

Somewhere on Earth.

PLBN Motaain

Kab Belu NTT

Ads

Kamis, 10 September 2026

Pengetahuan, sikap, dan praktik peternak mengenai risiko masuk dan penularan penyakit mulut dan kuku di Timor Barat, Indonesia

 Artikel Penelitian

Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134 doi: 10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia

Pengetahuan, sikap, dan praktik peternak mengenai risiko masuk dan penularan penyakit mulut dan kuku di Timor Barat, Indonesia


Petrus Malo Bulu, Ewaldus Wera, Victor Lenda, Theresia Nur Indah Koni.


Abstrak

Latar Belakang:

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus menular pada hewan berkuku belah yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan bagi industri peternakan. Munculnya kembali PMK di Indonesia setelah periode bebas penyakit yang cukup lama menuntut pemahaman menyeluruh mengenai faktor perilaku peternak.


Tujuan:

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) peternak di Timor Barat terkait risiko masuk dan penularan PMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.


Metode:

Survei potong lintang (*cross-sectional*) terhadap 290 peternak dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Indikator KAP dinilai sebagai tidak ada (0), rendah, sedang, atau tinggi menggunakan skala Likert lima poin.


Hasil:

Pengetahuan yang rendah mengenai tanda-tanda klinis PMK dan vaksinasi ditemukan masing-masing pada 48,6% dan 52,8% peternak. Tingkat pendidikan berhubungan secara signifikan dengan kategori KAP (χ² = 18,62, df = 8, p = 0,002). Peternak dengan pendidikan menengah atau lebih tinggi cenderung menunjukkan tingkat KAP yang tinggi (*odds ratio* = 2,47; interval kepercayaan 95%: 1,31–4,65; p = 0,005).


Kesimpulan:

Peternak di Timor Barat umumnya menunjukkan tingkat pengetahuan dan praktik pencegahan terkait PMK yang tergolong rendah hingga sedang. Penelitian ini menyajikan salah satu penilaian empiris pertama mengenai KAP terkait PMK di kalangan peternak sapi di Timor Barat dan mengidentifikasi pendidikan sebagai faktor penentu utama perilaku pencegahan, sehingga memberikan bukti untuk mendukung strategi penyuluhan dan pengendalian penyakit berbasis risiko. Kata kunci: Penyakit mulut dan kuku; Pengetahuan; Sikap; Praktik; Peternak; Timor Barat.


Artikel lengkap:

Open Veterinary Journal



How to Cite this Article
Pubmed Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


Web Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. https://www.openveterinaryjournal.com/?mno=318853 [Access: August 08, 2026]. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


AMA (American Medical Association) Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Vancouver/ICMJE Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. (2026), [cited August 08, 2026]; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Harvard Style

Bulu, P. M., Wera, . E., Lenda, . V. & Koni, . T. N. I. (2026) Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J., 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Turabian Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. 2026. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Veterinary Journal, 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Chicago Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. "Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia." Open Veterinary Journal 16 (2026), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



MLA (The Modern Language Association) Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. "Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia." Open Veterinary Journal 16.8 (2026), 5125-5134. Print. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



APA (American Psychological Association) Style

Bulu, P. M., Wera, . E., Lenda, . V. & Koni, . T. N. I. (2026) Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Veterinary Journal, 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


Senin, 24 Agustus 2026

Sembuhkan Wasir dengan Daun Ungu

 Bahan:

5 lembar daun ungu




Caranya:

Rebus dengan 2 gelas air sampai menyusut menjadi 1 gelas

Diminum setelah dingin, 2 kali sehari


AMBEIEN KEMPES DENGAN PATIKAN CHINA ATAU PETIKAN KEBO

 AMBEIEN KEMPES! đŸ˜±đŸŒ¿

CUKUP DUDUK DI AIR REBUS RUMPUT INI
Gak perlu malu ke dokter. Gak perlu operasi 20jt
KENAPA PATIKAN CINA AMPUH BUAT AMBEIEN? 1. ANTI RADANG → Benjolan kempes 2. ANTISEPTIK → Cegah infeksi 3. NGENTENGIN BAB → Gak sakit pas ke toilet 4. NGERINGIN LUKA → Gak berdarah lagi
RESEP RENDAM 15 MENIT: BAHAN: - 2 genggam patikan cina + akar - 5 gelas air
CARA: 1. Cuci bersih. Rebus 15 menit sampai air coklat 2. Saring. Tuang ke baskom 3. Tunggu anget2 kuku. JANGAN PANAS 4. DUDUK/RENDAM selama 15 menit 5. LAKUKAN: 2x sehari. Pagi & malam 6. LAKUKAN: 3-7 hari berturut2
HASIL: Hari 1: Gatal + nyeri berkurang Hari 3: Benjolan mulai kempes Hari 7: Bisa duduk normal lagi
BONUS: Airnya juga bisa buat cebok tiap BAB
⚠️ PENTING: ✅ Ambeien luar & dalam stadium 1-2 manjur ❌ Kalau udah stadium 4 + berdarah banyak KE DOKTER YA ✅ Habis rendam keringkan. Jangan dilap kasar ❌ IBU HAMIL DILARANG Max 7 hari. Kalau gak ada perubahan stop

Sabtu, 08 Agustus 2026

Pengetahuan, sikap, dan praktik peternak mengenai risiko masuk dan penularan penyakit mulut dan kuku di Timor Barat, Indonesia

 Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134



Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia

Petrus Malo Bulu, Ewaldus Wera, Victor Lenda, Theresia Nur Indah Koni.


Abstract
Background:
Foot-and-mouth disease (FMD) is a contagious viral disease of cloven-hoofed animals, causing significant economic losses to the livestock industry. The reemergence of FMD in Indonesia after a considerable disease-free period necessitates a comprehensive understanding of the behavioral factors of farmers.

Aim:
This study aimed to assess the knowledge, attitudes, and practices (KAP) of livestock farmers in West Timor regarding the risks of FMD introduction and transmission in East Nusa Tenggara Province (NTT), Indonesia.

Methods:
A cross-sectional survey of 290 livestock farmers was conducted using structured questionnaires. KAP indicators were assessed as absent (0), low, moderate, or high using a five-point Likert scale.

Results:
Low knowledge of FMD clinical signs and vaccination was observed in 48.6% and 52.8% of farmers, respectively. Education level was significantly associated with the KAP category (χ² = 18.62, df = 8, p = 0.002). Farmers with secondary education or higher were more likely to demonstrate high KAP levels (odds ratio = 2.47, 95% confidence interval: 1.31–4.65, p = 0.005).

Conclusion:
Livestock farmers in West Timor generally exhibited low to moderate levels of FMD-related knowledge and preventive practices. This study provides one of the first empirical assessments of FMD-related KAP among cattle farmers in West Timor and identifies education as a key determinant of preventive behavior, providing evidence to support risk-based extension and disease control strategies.

Key words: Foot-and-mouth disease; Knowledge; Attitudes; Practices; Livestock farmers; West Timor.

How to Cite this Article
Pubmed Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


Web Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. https://www.openveterinaryjournal.com/?mno=318853 [Access: August 08, 2026]. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8


AMA (American Medical Association) Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. 2026; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Vancouver/ICMJE Style

Bulu PM, Wera E, Lenda V, Koni TNI. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J.. (2026), [cited August 08, 2026]; 16(8): 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Harvard Style

Bulu, P. M., Wera, . E., Lenda, . V. & Koni, . T. N. I. (2026) Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Vet. J., 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Turabian Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. 2026. Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Veterinary Journal, 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



Chicago Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. "Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia." Open Veterinary Journal 16 (2026), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



MLA (The Modern Language Association) Style

Bulu, Petrus Malo, Ewaldus Wera, Victor Lenda, and Theresia Nur Indah Koni. "Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia." Open Veterinary Journal 16.8 (2026), 5125-5134. Print. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8



APA (American Psychological Association) Style

Bulu, P. M., Wera, . E., Lenda, . V. & Koni, . T. N. I. (2026) Livestock farmers’ knowledge, attitudes, and practices on the risk of foot-and-mouth disease entry and transmission in West Timor, Indonesia. Open Veterinary Journal, 16 (8), 5125-5134. doi:10.5455/OVJ.2026.v16.i8.8

Minggu, 26 Juli 2026

Kisi-kisi soal Mata Kuliah Teknik Penulisan Ilmiah

 

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

Materi 2: Sistematika Penulisan Ilmiah

20 Soal Pilihan Ganda

1.

Tujuan utama penulisan ilmiah adalah....

A. Menghibur pembaca

B. Menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan metode ilmiah

C. Menyampaikan opini pribadi

D. Menjual suatu produk

E. Mengkritik penulis lain

Jawaban: B


2.

Bagian pertama setelah halaman judul dalam karya ilmiah biasanya adalah....

A. Daftar pustaka

B. Pendahuluan

C. Abstrak

D. Lampiran

E. Pembahasan

Jawaban: C


3.

Bagian pendahuluan berisi....

A. Daftar referensi

B. Latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian

C. Analisis statistik

D. Kesimpulan

E. Lampiran

Jawaban: B


4.

Rumusan masalah disusun untuk....

A. Menentukan biaya penelitian

B. Menjelaskan identitas penulis

C. Menentukan pertanyaan penelitian

D. Menentukan daftar pustaka

E. Menentukan jadwal penelitian

Jawaban: C


5.

Tujuan penelitian harus....

A. Sama dengan judul

B. Menjawab rumusan masalah

C. Berupa opini

D. Sangat panjang

E. Berisi hasil penelitian

Jawaban: B


6.

Kajian pustaka berfungsi untuk....

A. Menampilkan hasil penelitian

B. Menjelaskan teori dan penelitian terdahulu

C. Menentukan biaya penelitian

D. Menampilkan foto penelitian

E. Menyusun daftar isi

Jawaban: B


7.

Metode penelitian menjelaskan....

A. Pendapat penulis

B. Cara penelitian dilakukan

C. Daftar pustaka

D. Riwayat hidup penulis

E. Ucapan terima kasih

Jawaban: B


8.

Hasil penelitian disajikan secara....

A. Objektif

B. Subjektif

C. Emosional

D. Berlebihan

E. Imajinatif

Jawaban: A


9.

Pembahasan bertujuan untuk....

A. Mengulang metode

B. Menginterpretasikan hasil penelitian

C. Menyusun daftar isi

D. Menulis abstrak

E. Menambah gambar

Jawaban: B


10.

Kesimpulan harus....

A. Berisi teori baru

B. Menjawab tujuan penelitian

C. Berisi seluruh isi buku

D. Memuat daftar pustaka

E. Sangat panjang

Jawaban: B


11.

Daftar pustaka memuat....

A. Seluruh buku yang pernah dibaca

B. Referensi yang dikutip dalam naskah

C. Buku favorit penulis

D. Artikel berita

E. Lampiran

Jawaban: B


12.

Lampiran biasanya berisi....

A. Rumusan masalah

B. Data pendukung penelitian

C. Kesimpulan

D. Hipotesis

E. Judul

Jawaban: B


13.

Abstrak ditulis secara....

A. Sangat rinci

B. Ringkas

C. Panjang

D. Berulang

E. Naratif

Jawaban: B


14.

Hipotesis biasanya terdapat pada....

A. Penelitian eksperimental

B. Daftar pustaka

C. Lampiran

D. Kata pengantar

E. Biodata

Jawaban: A


15.

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah....

A. Bahasa gaul

B. Bahasa ilmiah yang baku

C. Bahasa sehari-hari

D. Bahasa humor

E. Bahasa iklan

Jawaban: B


16.

Data penelitian harus....

A. Direkayasa

B. Valid

C. Dipilih sesuai keinginan

D. Disembunyikan

E. Dihapus

Jawaban: B


17.

Judul karya ilmiah yang baik harus....

A. Menarik tetapi tidak sesuai isi

B. Singkat, jelas, dan mencerminkan isi

C. Sangat panjang

D. Mengandung opini

E. Menggunakan bahasa tidak baku

Jawaban: B


18.

Urutan penulisan ilmiah yang benar adalah....

A. Hasil–Pendahuluan–Metode

B. Pendahuluan–Metode–Hasil–Pembahasan–Kesimpulan

C. Metode–Pendahuluan–Kesimpulan

D. Pembahasan–Hasil

E. Kesimpulan–Pendahuluan

Jawaban: B


19.

Bagian yang menjelaskan bagaimana data dikumpulkan adalah....

A. Pembahasan

B. Metode

C. Abstrak

D. Daftar pustaka

E. Lampiran

Jawaban: B


20.

Salah satu ciri karya ilmiah adalah....

A. Objektif

B. Fiktif

C. Imajinatif

D. Subjektif

E. Persuasif

Jawaban: A


UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

Materi 3–4: Penggunaan Sumber Informasi, Parafrase, Ringkasan, Sitasi, dan Tools Sitasi

Disusun berdasarkan materi presentasi mengenai jenis sumber informasi, evaluasi sumber, plagiarisme, parafrase, ringkasan, sitasi, dan penggunaan perangkat lunak sitasi.

1.

Sumber primer adalah....

A. Ensiklopedia

B. Buku teks

C. Hasil penelitian asli

D. Kamus

E. Wikipedia

Jawaban: C


2.

Contoh sumber primer adalah....

A. Jurnal penelitian

B. Kamus

C. Ensiklopedia

D. Buku pelajaran SD

E. Blog

Jawaban: A


3.

Buku teks termasuk....

A. Sumber primer

B. Sumber sekunder

C. Sumber tersier

D. Sumber ilegal

E. Sumber anonim

Jawaban: B


4.

Ensiklopedia merupakan....

A. Sumber primer

B. Sumber sekunder

C. Sumber tersier

D. Artikel jurnal

E. Prosiding

Jawaban: C


5.

Kriteria utama memilih sumber informasi adalah....

A. Kredibilitas

B. Warna sampul

C. Jumlah halaman

D. Harga buku

E. Ukuran huruf

Jawaban: A


6.

Google Scholar digunakan untuk....

A. Bermain gim

B. Mencari referensi ilmiah

C. Mendesain poster

D. Mengedit foto

E. Membuat video

Jawaban: B


7.

Parafrase adalah....

A. Menyalin persis

B. Menulis ulang dengan kata sendiri tanpa mengubah makna

C. Menghapus sumber

D. Menambahkan opini

E. Menerjemahkan

Jawaban: B


8.

Ringkasan bertujuan....

A. Menambah isi

B. Mengambil ide pokok secara singkat

C. Mengubah hasil penelitian

D. Menghilangkan sumber

E. Menambah contoh

Jawaban: B


9.

Kutipan langsung harus....

A. Tanpa sumber

B. Menggunakan tanda kutip

C. Ditulis bebas

D. Diterjemahkan

E. Dipersingkat

Jawaban: B


10.

Kutipan tidak langsung merupakan....

A. Salinan persis

B. Parafrase yang tetap mencantumkan sumber

C. Ringkasan tanpa sumber

D. Opini penulis

E. Terjemahan

Jawaban: B


11.

Plagiarisme adalah....

A. Mengembangkan teori

B. Menggunakan karya orang lain tanpa pengakuan

C. Menulis referensi

D. Membuat abstrak

E. Menulis daftar pustaka

Jawaban: B


12.

Software manajemen referensi adalah....

A. Photoshop

B. Mendeley

C. CorelDraw

D. Canva

E. SPSS

Jawaban: B


13.

Berikut merupakan software sitasi kecuali....

A. Zotero

B. EndNote

C. Mendeley

D. Cite This For Me

E. VLC Media Player

Jawaban: E


14.

Tujuan sitasi adalah....

A. Memperbanyak halaman

B. Menghindari plagiarisme

C. Menambah gambar

D. Mengurangi referensi

E. Menghias naskah

Jawaban: B


15.

Format sitasi yang banyak digunakan pada ilmu sosial adalah....

A. APA

B. IEEE

C. Vancouver

D. MLA

E. Chicago Notes

Jawaban: A


16.

IEEE menggunakan sistem....

A. Nama dan tahun

B. Nomor referensi

C. Huruf

D. Simbol

E. Warna

Jawaban: B


17.

Vancouver paling umum digunakan pada bidang....

A. Sastra

B. Kedokteran dan kesehatan

C. Seni

D. Hukum

E. Bahasa

Jawaban: B


18.

DOI berfungsi untuk....

A. Menentukan penulis

B. Mempermudah menemukan artikel ilmiah

C. Menghitung sitasi

D. Membuat abstrak

E. Menentukan jurnal

Jawaban: B


19.

Sebelum mengutip suatu sumber, langkah pertama adalah....

A. Menghapus sumber

B. Membaca secara kritis dan mengevaluasi kualitas sumber

C. Menyalin isi

D. Mengubah hasil

E. Menghapus penulis

Jawaban: B


20.

Cara terbaik menghindari plagiarisme adalah....

A. Tidak menggunakan referensi

B. Selalu mencantumkan sumber pada kutipan, parafrase, dan ringkasan

C. Menyalin sebagian

D. Mengubah beberapa kata saja

E. Menghilangkan nama penulis

Jawaban: B

Rabu, 28 Januari 2026

The Epidemiology of Highly Pathogenic Avian Influenza H5N1 in Poultry From West Timor, Indonesia

Abstract

To read and download this dissertation, please access it via the following link.: Disertation Petrus

Rabu, 31 Desember 2025

Rumput Mutiara dengan segudang manfaat

 Biasanya Tumbuh Di area Lembab


telah diteliti potensinya sebagai agen antikanker dan antitumor dalam berbagai studi ilmiah praklinis


Caranya:
Ambil 50 gram herba rumput mutiara direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu angkat. Saat dingin, saring hasil rebusan dan minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Senin, 08 Desember 2025

soal tanya-jawab MK Kesejahteraan Hewan


1. Tujuan utama penilaian kesejahteraan hewan dalam pengangkutan adalah…

A. Mengurangi biaya transportasi
B. Menjamin hewan tiba dalam kondisi sehat dan tidak stres
C. Mempercepat waktu perjalanan
D. Meningkatkan jumlah hewan yang diangkut
Jawaban: B

2. Salah satu prinsip dasar dalam penilaian kesrawan selama transportasi adalah…

A. Efisiensi pakan
B. Lima Kebebasan
C. Tingkat produksi
D. Kapasitas kendaraan
Jawaban: B

3. Parameter "Input" dalam penilaian kesrawan meliputi…

A. Respon stres hewan
B. Cara penangkapan
C. Kualitas kendaraan
D. Mortalitas
Jawaban: C

4. Dokumen wajib sebelum pengangkutan hewan adalah…

A. Surat izin usaha
B. SKKH / Veterinary Certificate
C. Surat jalan kendaraan
D. Sertifikat pelatihan handler
Jawaban: B

5. Aspek Output dalam penilaian kesrawan menilai…

A. Kompetensi petugas
B. Kepadatan kandang
C. Kondisi fisiologis hewan
D. Kualitas kendaraan
Jawaban: C

6. Skin tent test digunakan untuk mengukur…

A. Luka dan memar
B. Tingkat dehidrasi
C. Kelincahan hewan
D. Volume pakan
Jawaban: B

7. Masalah paling umum pada pengangkutan hewan unggas adalah…

A. Heat stress dan DOA
B. Pertarungan antar hewan
C. Kesulitan loading
D. Kekurangan pakan
Jawaban: A

8. Durasi maksimal perjalanan hewan tanpa istirahat menurut standar adalah…

A. 4 jam
B. 6 jam
C. 8 jam
D. 12 jam
Jawaban: C

9. Overcrowding pada transportasi menyebabkan…

A. Hewan lebih tenang
B. Ruang gerak optimal
C. Risiko memar dan kematian meningkat
D. Ventilasi lebih stabil
Jawaban: C

10. Regulasi nasional yang mengatur pengangkutan hewan adalah…

A. Permentan 114/2014
B. PP 95/2012
C. Permentan 97/2013
D. UU No. 41/2014
Jawaban: C

11. Kesejahteraan hewan didefinisikan sebagai…

A. Kemampuan hewan menghasilkan daging
B. Keadaan fisik & mental hewan sesuai perilaku alaminya
C. Kemampuan hewan mengikuti perintah
D. Tingkat produksi optimal
Jawaban: B

12. Prinsip Welfare Quality® menekankan pada…

A. Produktivitas
B. Penilaian berbasis input saja
C. Penilaian komprehensif input–proses–output
D. Penilaian genetika hewan
Jawaban: C

13. Tantangan utama kesejahteraan hewan percobaan adalah…

A. Kekurangan pakan
B. Kurangnya enrichment
C. Pencemaran lingkungan
D. Penyakit pernapasan
Jawaban: B

14. Prosedur menyakitkan tanpa analgesia termasuk dalam isu kesejahteraan…

A. Pengabaian
B. Penyiksaan
C. Praktik mutilasi
D. Overcrowding
Jawaban: C

15. Indikator output berupa perilaku yang menunjukkan stres adalah…

A. Nafsu makan meningkat
B. Stereotipik (gerakan berulang)
C. Perkembangan pesat
D. Bobot stabil
Jawaban: B

16. Dampak fisiologis pelanggaran kesrawan adalah…

A. Penurunan hormon stres
B. Bulu mengkilap
C. Peningkatan kortisol
D. Nafsu makan meningkat
Jawaban: C

17. Hewan rekreasi memiliki isu utama berupa…

A. Kekurangan pakan
B. Pelatihan keras dan stres
C. Penyuntikan berlebih
D. Overcrowding
Jawaban: B

18. Regulasi nasional utama tentang kesejahteraan hewan adalah…

A. UU 18/2009 jo. 41/2014
B. Perda Kabupaten
C. Standar internasional FDA
D. SNI Bangunan
Jawaban: A

19. Mortalitas & morbiditas tinggi termasuk indikator…

A. Input
B. Proses
C. Output
D. Lingkungan
Jawaban: C

20. Penelantaran hewan termasuk bentuk pelanggaran kesrawan karena…

A. Mengurangi estetika kandang
B. Menurunkan kebutuhan pakan
C. Mengakibatkan penderitaan berkelanjutan
D. Tidak memengaruhi kesehatan
Jawaban: C

21. Menurut UU 18/2009, kesejahteraan hewan adalah…

A. Kondisi hewan yang mampu bekerja optimal
B. Kondisi fisik dan mental sesuai sifat alaminya
C. Hewan yang tidak agresif
D. Hewan yang menghasilkan produk tinggi
Jawaban: B

22. Ilmu yang mempelajari dampak perlakuan terhadap hewan adalah…

A. Biosecurity science
B. Welfare science
C. Production science
D. Genetics science
Jawaban: B

23. Indikator kesejahteraan yang bersifat fisiologis adalah…

A. Aktivitas bermain
B. Frekuensi makan
C. Kadar hormon stres
D. Perilaku sosial
Jawaban: C

24. Komponen Five Freedoms yang menekankan aspek fisiologis adalah…

A. Bebas berperilaku alami
B. Bebas takut
C. Bebas sakit & cedera
D. Bebas ketidaknyamanan
Jawaban: C

25. Contoh perlakuan wajar adalah…

A. Menunda pengobatan hewan sakit
B. Memberi pakan secara tidak teratur
C. Memberikan pakan bergizi dan air bersih
D. Mengikat hewan untuk waktu lama
Jawaban: C

26. Prinsip 3R diterapkan pada…

A. Hewan potong
B. Hewan rekreasi
C. Hewan penelitian
D. Hewan pekerja
Jawaban: C

27. Kesrawan hewan diukur melalui…

A. Tingkat produksi saja
B. Pengamatan fisik, perilaku, & fisiologi
C. Kekuatan hewan
D. Warna bulu
Jawaban: B

28. Kepadatan kandang berlebihan dapat menyebabkan…

A. Hewan lebih aktif
B. Penyakit mudah menyebar
C. Nafsu makan meningkat
D. Stres menurun
Jawaban: B

29. Risiko zoonosis meningkat ketika…

A. Hewan diberi vitamin
B. Lingkungan higienis
C. Hewan stres dan kandang kotor
D. Kandang luas
Jawaban: C

30. Studi kasus Baturraden menunjukkan penerapan Five Freedoms meningkatkan…

A. Angka kematian
B. Stres
C. Produktivitas hewan
D. Biaya pakan
Jawaban: C

31. Dampak utama kesejahteraan buruk pada ternak potong adalah…

A. Harga pasar meningkat
B. Kualitas daging menurun
C. Waktu potong lebih cepat
D. Nafsu makan meningkat
Jawaban: B

32. Five Freedoms pada ternak potong termasuk kecuali…

A. Bebas lapar & haus
B. Bebas berkembang biak
C. Bebas takut & stres
D. Bebas sakit & cedera
Jawaban: B

33. Sistem intensif memiliki risiko utama…

A. Kekurangan pakan
B. Penyakit menular meningkat
C. Lahan terlalu luas
D. Interaksi sosial terlalu banyak
Jawaban: B

34. Heat stress dapat menurunkan produktivitas hingga…

A. 10%
B. 20%
C. 50%
D. 80%
Jawaban: C

35. Luas minimal ternak potong dewasa adalah…

A. 5 m²
B. 10 m²
C. 13 m²
D. 20 m²
Jawaban: C

36. Air minum ternak potong harus tersedia secara…

A. Terbatas
B. Ad libitum
C. 2 kali sehari
D. Hanya saat panas
Jawaban: B

37. Praktik mutilasi yang harus menggunakan analgesia adalah…

A. Memberi pakan
B. Dehorning
C. Membersihkan kandang
D. Menimbang ternak
Jawaban: B

38. Early weaning berdampak pada…

A. Nafsu makan meningkat
B. Perilaku normal berkembang
C. Stres dan gangguan kesehatan
D. Resistensi penyakit
Jawaban: C

39. Indeks ANI 7,35 menunjukkan kondisi…

A. Sangat baik
B. Baik
C. Cukup
D. Tidak baik
Jawaban: D

40. Penyebab rendahnya kesejahteraan di Tompaso adalah…

A. Pakan berlebih
B. Pengetahuan peternak kurang
C. Padang rumput luas
D. Populasi ternak rendah
Jawaban: B

41. Program edukasi peternak diperlukan untuk…

A. Meningkatkan harga sapi
B. Memahami lima kebebasan
C. Memperpendek waktu penggemukan
D. Meningkatkan bobot lahir
Jawaban: B

42. Ventilasi silang diperlukan untuk mengurangi…

A. Luka trauma
B. Gangguan kulit
C. Panas berlebih
D. Kebosanan hewan
Jawaban: C

43. Pencemaran pestisida pada penggembalaan sawit menyebabkan…

A. Nafsu makan meningkat
B. Keracunan
C. Kandungan protein naik
D. Bobot badan stabil
Jawaban: B

44. Penggunaan nipple drinker tidak dianjurkan karena…

A. Terlalu murah
B. Kurang higienis
C. Kurang efektif
D. Menghabiskan pakan
Jawaban: C

45. Penanganan kasar berdampak pada…

A. Hewan lebih jinak
B. Stres akut
C. Nafsu makan meningkat
D. Pertumbuhan cepat
Jawaban: B

46. Tujuan utama standar kandang adalah…

A. Menghemat ruang
B. Kenyamanan dan kesehatan hewan
C. Menambah jumlah ternak
D. Mengurangi biaya pakan
Jawaban: B

47. Sinergi peternak–pemerintah diperlukan untuk…

A. Menaikkan pajak
B. Mencapai perubahan nyata dalam kesrawan
C. Meningkatkan ekspor pupuk
D. Menambah kapasitas kandang
Jawaban: B

48. Kesejahteraan yang optimal meningkatkan…

A. DOA
B. Mortalitas
C. Kualitas daging
D. Risiko penyakit
Jawaban: C

49. Pengurangan stres pada ternak potong dilakukan melalui…

A. Penanganan lembut
B. Pemberian hormon
C. Mengurangi frekuensi makan
D. Isolasi sosial
Jawaban: A

50. Kesimpulan utama dari seluruh materi adalah…

A. Kesrawan pilihan opsional saja
B. Implementasi lima kebebasan meningkatkan produktivitas, etika, dan keberlanjutan
C. Kesrawan hanya penting pada hewan kesayangan
D. Produktivitas tidak dipengaruhi kesrawan
Jawaban: B

 


Sabtu, 18 Oktober 2025

Obat Batuk berdarah dan TBC



Menghilangkan batuk berd4rah /TBC paru
Ambil 15 lembar daun suji kemudian dibersihkan.
Tumbuk daun suji sampai halus.
Seduh menggunakan setengah gelas air yang sudah masak.
Peras daun suji bersama dengan air tersebut.
Minum airnya.

Kamis, 16 Oktober 2025

Obat Stroke, Asam Urat sembuh dengan Kunyit Putih dan Daun Salam

 

Caranya

Rebus 5 lembar daun salam dan 1 jempol kunyit putih dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas.minum 2 kali sehari masing2 satu gelas

Rabu, 09 Juli 2025

what should be included in the research proposal?

 


Sabtu, 05 Juli 2025

Empat Daun yang Menghilangkan Diabetes, Kanker, Perlemakan Hati, Sirkulasi Darah Buruk, dan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Ketika berbicara tentang meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit kronis, alam menawarkan kita pengobatan luar biasa yang sering diabaikan. Salah satu solusi alami yang kuat melibatkan kombinasi unik dari empat jenis daun yang dapat membantu mengatasi kondisi kesehatan serius seperti diabetes, kanker, perlemakan hati, sirkulasi darah yang buruk, dan tekanan darah tinggi. Dan yang terbaik? Anda tidak membutuhkan pil atau obat-obatan mahal! Dalam artikel ini, kita akan membahas manfaat dari campuran luar biasa ini dan bagaimana Anda bisa menyiapkannya untuk mulai merasakan manfaat kesehatannya segera.



Empat Daun Ajaib untuk Kesehatan yang Lebih Baik

Daun Alpukat

Daun alpukat kaya akan antioksidan dan dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Daun ini secara tradisional telah digunakan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit. Mereka sangat dikenal kemampuannya dalam membantu mengatur kadar gula darah, menjadikannya ideal bagi penderita diabetes. Selain itu, daun alpukat dapat memperbaiki pencernaan, meredakan nyeri haid, menenangkan batuk, dan mengurangi asam lambung. Daun ini juga efektif mengeluarkan kelebihan glukosa dari aliran darah.

Daun Mangga

Daun mangga, dari pohon Mangifera indica, kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan. Daun ini telah digunakan selama berabad-abad dalam berbagai budaya sebagai ramuan obat. Daun mangga sangat membantu dalam mengatur kadar gula darah, mendukung pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Mereka juga terbukti dapat memperlancar sirkulasi darah dan mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.

Daun Sirsak (GuanĂ¡bana)

Daun sirsak berasal dari pohon guanĂ¡bana dan dikenal mampu mengobati berbagai kondisi kesehatan. Daun ini memiliki sifat antiinflamasi dan dapat mengurangi pembengkakan serta iritasi kulit. Daun sirsak juga digunakan untuk melawan infeksi, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan kesehatan kulit dengan mencegah kerutan. Selain itu, mereka diyakini memiliki sifat antikanker, menjadikannya tambahan yang sangat berharga dalam pengobatan alami.

Daun Jeruk

Daun jeruk merupakan pengobatan alami yang telah digunakan selama berabad-abad untuk menenangkan sistem saraf. Daun ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, serta mengatasi insomnia. Selain itu, daun jeruk dikenal baik untuk pencernaan, membantu mengatasi masalah seperti gangguan lambung, gas, dan diare. Daun ini juga dapat membantu mengelola kondisi seperti epilepsi dan jantung berdebar dengan memberikan efek relaksasi.


Bahan Tambahan

  • Kayu Manis: Kayu manis terkenal karena kemampuannya dalam mendukung kesehatan jantung, mengatur kadar gula darah, dan mengurangi peradangan. Kayu manis juga memberikan aroma yang lezat pada ramuan herbal ini.


Cara Membuat Ramuan Kuat Ini

Bahan-bahan:

  • 4 lembar daun alpukat

  • 3 lembar daun mangga

  • 4 lembar daun sirsak

  • 4 lembar daun jeruk

  • 2 batang kayu manis

  • 4 gelas air

Langkah-langkah:

  1. Cuci semua daun hingga bersih untuk menghilangkan kotoran atau zat berbahaya.

  2. Masukkan semua daun (alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk) ke dalam panci bersama dengan kayu manis.

  3. Tambahkan 4 gelas air ke dalam panci.

  4. Didihkan air, lalu kecilkan api dan biarkan mendidih selama 15 menit agar daun mengeluarkan khasiatnya.

  5. Setelah mendidih, saring campuran tersebut ke dalam cangkir dan buang ampas daunnya.

  6. Teh herbal Anda siap diminum!


Cara Mengonsumsi

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, minumlah satu cangkir teh herbal ini setiap pagi sebelum sarapan selama dua minggu berturut-turut. Ramuan alami ini dirancang untuk membersihkan tubuh Anda dan meningkatkan kesehatan dengan mengatasi kondisi seperti diabetes, perlemakan hati, sirkulasi darah buruk, dan tekanan darah tinggi—tanpa perlu obat-obatan mahal.


Mengapa Ramuan Ini Efektif

Kombinasi dari empat daun yang kuat—alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk—bekerja secara sinergis untuk mendetoksifikasi tubuh, mengatur kadar gula darah, memperlancar peredaran darah, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh. Setiap daun memiliki manfaat unik yang menyasar kondisi kesehatan tertentu, menjadikan ramuan ini alat alami yang ampuh untuk meraih kesehatan yang lebih baik.


 Solusi Alami untuk Kesehatan Lebih Baik

Dengan memasukkan ramuan herbal sederhana dan efektif ini ke dalam rutinitas harian Anda, Anda bisa mengambil alih kendali atas kesehatan Anda tanpa bergantung pada obat-obatan mahal atau efek samping berbahaya. Campuran daun alpukat, mangga, sirsak, dan jeruk, ditambah manfaat tambahan dari kayu manis, dapat membantu menghilangkan diabetes, melawan perlemakan hati, memperbaiki sirkulasi darah, dan mengelola tekanan darah tinggi.

Share this